This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Bahayanya Berpaling Dari Majelis Ilmu

Kerugian dan Bahaya Bagi Orang Yang Berpaling Dari Majlis Ilmu Agama

💠 _Ilmu agama yang agung dan mulia ini (aqidah, fiqh, membaca al-Qur'an, tafsir, hadits dan lainnya) hanya dapat diperoleh dengan benar dengan melalui jalur mengaji (talaqqi) di hadapan guru yang ahli pada bidangnya....bukan sembarang "guru", bukan diambil dari google, internet, dengarkan radio, nonton televisi, hasil baca2 buku (dipahami dan disimpulkan sendiri) dan tanpa bimbingan guru yang tsiqah...maka ia bakal tersesat dalam hal aqidah dan ajaran agamanya....tanpa ia sadari.....⚠⚠⚠_


⛔ Seseorang yang tidak mengaji; berpaling dari majlis ilmu agama yang wajib (fardhu 'ayn) hukumnya ia pelajari dipastikan tidak ada jaminan dan ia juga tidak mengetahui:

🔻 _apakah aqidah yang diyakini benar ataukah tidak, Ahlussunnah ataukah bukan..._
[Ahlussunnah pada zaman ini adalah Asy'ariyyah-Maturidiyyah...inilah aqidah mayoritas ummat nabi Muhammad dari masa salaf hingga zaman ini...inilah aqidah ulama' nusantara yang diikuti para ulama' Nahdlatul Ulama' dari dulu hingga sekarang...).

🔻 _apakah  thaharah; bersucinya (wudhu', tayammum, mandi wajib) yang ia lakukan shah ataukah tidak?_

🔻 *demikian juga shalat yang ia lakukan, puasa, zakat, haji dan umrah, dzikr, shalawat, membaca surah al-Fatihah dan lainnya dari ayat al-Qur'an serta amal2 lainnya...benar ataukah tidak, shah ataukah tidak...ia tidak mengetahuinya, disebabkan ia berpaling dari mengaji (talaqqi) ilmu agama kepada guru.*



===========================


●───✸✸☘🌸☘✸✸───●
 📄 _Aqidah Rasulullah_ ﷺ :
الله موجود بلا مكان
*Allah ada tanpa tempat.*

Jumat, 06 Oktober 2017

Masalah Wanita

KEHATI-HATIAN DALAM PERKARA HAIDH BAGI WANITA
AGAR MENDAPATKAN RIDHA ALLAH SEMATA

Di antara kewajiban pertama bagi seorang manusia terhadap Allah setelah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mengerjakan shalat lima waktu setiap hari, yaitu zhuhur, ashar, maghrib, isya’ dan shubuh.
Kewajiban ini wajib dilaksanakan sesuai dengan perintah Allah dengan mengerjakan rukun-rukun, syarat-syarat dan menjauhi hal-hal yang membatalkannya.
Kewajiban ini juga wajib dilaksanakan pada waktunya bagi seorang muslim, baligh, berakal dan suci (dari haidh dan nifas). Haram melaksanakan shalat sebelum waktunya dan tidak sah shalat yang dilaksanakan tersebut tanpa ada udzur. Begitu juga haram mengakhirkan shalat dari waktunya tanpa ada udzur, tetapi shalatnya tersebut sah.
Seseorang yang akan mengerjakan shalat kadang-kadang atau mungkin akan kedatangan penghalang, seperti haidh, nifas, gila atau pingsan. Seorang perempuan yang sudah baligh ketika akan shalat kadang-kadang akan kedatangan penghalang (haidh, nifas atau istihadhah / darah kotor).

Berikut ini ketentuannya:
1. Jika penghalang datang:
a. Wanita yang sehat (secara hukum dia dapat melaksanakan bersuci sebelum waktu shalat).
Jika haidh datang setelah berlalu masa (waktu shalat) yang memungkinkan mengerjakan shalat dalam jenjang masa tersebut, maka dia wajib mengqadha’ shalat tersebut.

Contohnya: jika waktu zhuhur jam 12.00, seorang wanita yang sehat akan melaksanakan shalat zhuhur jam 12.05, tetapi ternyata dia kedatangan haidh, maka dia wajib mengqadha’ shalat zhuhur tersebut. Karena masa waktu 5 menit dari waktu zhuhur sampai masa waktu dia terkena haidh dapat dilaksanakan shalat zhuhur. Tetapi jika dia kedatangan haidh pada jam 12.02, maka dia tidak wajib qadha shalat zhuhur tersebut, karena masa waktu 02 menit dari waktu zhuhur sampai masa waktu dia terkena haidh tidak dapat dilaksanakan shalat zhuhur.

b. Wanita yang sedang mengalami salas (keluar air kencing terus menerus) atau istihadhah (keluar darah kotor) (secara hukum dia harus bersuci setelah masuk waktu shalat).
Jika haidh datang setelah berlalu masa (waktu shalat) yang memungkinkan mengerjakan shalat dan melakukan bersuci dalam jenjang masa tersebut, maka dia wajib mengqadha shalat tersebut.

Contohnya: jika waktu zhuhur jam 12.00, seorang wanita yang mengalami salas atau istihadhah akan melakukan bersuci dan shalat zhuhur pada jam 12.15, tetapi ternyata dia kedatangan haidh, maka dia wajib mengqadha’ shalat zhuhur tersebut. Karena masa waktu 15 menit dari waktu zhuhur sampai masa waktu dia terkena haidh dapat dilaksanakan bersuci dan shalat zhuhur. Tetapi jika dia kedatangan haidh pada jam 12.05, maka dia tidak wajib qadha shalat zhuhur tersebut, karena masa waktu 05 menit dari waktu zhuhur sampai masa waktu dia terkena haidh tidak dapat dilaksanakan bersuci dan shalat zhuhur. Karena hukum perempuan yang mengalami salas atau istihadhah harus bersuci ketika waktu shalat sudah datang.

2. Jika penghalang hilang:
Jika seorang perempuan yang mengalami haidh selesai dan waktu shalat masih ada (minimal) seukuran mengucapkan Allaahu akbar atau lebih lama, maka dia wajib mengqadha’ shalat tersebut dan shalat sebelumnya, jika status shalat tersebut dan shalat sebelumnya dapat dijama’ ketika ada udzur (seperti bepergian/musafir).

Contohonya: jika waktu maghrib jam 18.00, haidh perempuan berhenti pada jam 17.58, maka perempuan tersebut wajib mengqadha’ shalat ashar dan zhuhur, karena waktu 2 atau 1 menit dari waktu 17.58 ke 18.00 cukup untuk mengucapkan Allaahu akbar, dan status shalat ashar dengan shalat zhuhur dapat dijama’ ketika dalam safar (bepergian jauh).

Sedangkan jika waktu zhuhur 12.00, haidh perempuan berhenti pada jam 11.58, maka dia wajib mengerjakan shalat zhuhur dan tidak wajib mengerjakan shalat shubuh, karena status shalat zhuhur dengan shalat shubuh tidak dapat dijama’ ketika dalam safar (bepergian jauh).

Jika waktu shubuh jam 04.30, haidh perempuan berhenti pada jam 04.28, maka dia wajib mengqadha’ shalat isya’ dan shalat maghrib, karena waktu 2 atau 1 menit dari waktu 04.28 ke 04.30 cukup untuk mengucapkan Allaahu Akbar dan status shalat isya’ dengan shalat maghrib dapat dijama’ ketika dalam safar (bepergian jauh).

Jika waktu isya’ jam 19.00, haidh perempuan berhenti pada jam 18.58, maka dia wajib mengqadha’ shalat maghrib dan tidak mengqadha’ shalat ashar, karena waktu 2 atau 1 menit dari waktu 18.58 ke 19.00 cukup untuk mengucapkan Allaahu Akbar dan status shalat maghrib dengan shalat ashar tidak dapat dijama’ ketika dalam safar (bepergian jauh).

Referensi:
Al-Qawl al-Jaliy fi Hall al-Fazh Mukhtashar Abdullah al-Harari
Sullam at-Taufiq ila Mahabbatillah ‘ala at-Tahqiq

Semoga Allah memudahkan kita untuk memahami ilmu fiqih ini sehingga ibadah kita diterima oleh Allah, aamiin.

Kamis, 05 Oktober 2017

NASEHAT BUAT KITA

🌺Nasehat🌺

Renungan untuk seseorang yang berkeinginan selamat dari adzab di alam kubur dan negeri akhirat, kelak).

===========================


📄 الذي لا يَبذُلُ جُهدَه في طَاعةِ اللهِ في حَياتِه فقَد فَاتَهُ الخَيرُ ويَبقَى مَعهُ النّدَمُ،

Seseorang yang tidak bersungguh-sungguh berusaha untuk taat kepada Allah; melakukan  amal ketaatan di masa hidupnya, niscaya akan terlewat baginya banyak amal kebaikan dan tinggallah baginya penyesalan.


⛔ والذي لا يَبذُل جُهدَه في أيّامِ شَبابِه يَعجِز بعدَ ذلكَ عن كثيرٍ منَ الأعمالِ التي تَنفَعُه في الآخِرةِ فيَندَمُ.

Seseorang yang tidak berupaya dengan sungguh-sungguh di masa mudanya, niscaya ia tak mampu lagi dari melakukan amal yang bermanfaat untuk bekal akhiratnya, maka iapun akan menyesal.

📛 فَلا يَنبغي الاشتِغالُ باللّهوِ واللّعِب عمّا يَنفَعُ الإنسانَ في قَبرِه وفي آخِرتِه.

Maka, tidak layak bagi seseorang banyak bersenda gurau dan bermain-main, namun ia lalai dari melakukan amal shaleh yang bermanfaat kelak di alam kubur dan negeri akhiratnya.


🌹 _ilmu ahlussunnah kunci masuk surga🌹_
علم أهل السنة مفتاح الجنة

Rabu, 04 Oktober 2017

MEMPERBAIKI DIRI

🌴🕌🌴 MEMPERBAIKI DIRI

Selayaknya kita sebagai manusia mulai berbenah diri.
Hendaknya kita  memprioritaskan bekal yang cukup untuk menuju kehidupan yang abadi dan mengesampingkan bekal kehidupan yang sementara ini [yakni skala prioritas].

Carilah bekal dunia hanya cukup untuk bekal diri untuk taat (dapat melakukan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya), sebab perjalanan hidup di akhirat sangatlah panjang, ujiannya berliku, banyak hal-hal yang belum pernah kita alami dan hanya bisa dilalui dengan selamat dan gemilang jika kita bersiap diri (dengan bekal utama, yaitu iman dan amal shaleh) dan bersungguh-sungguh mengupayakan bekal tersebut.

Jika kita akan mati (sesuatu yang pasti datangnya kepada manusia); sudah siapkah dengan bekal apa untuk menghadapinya?
Dimana akhir perjalanan kita???

Sungguh berbahagia dan beruntung seseorang yang selama hidup di dunia yang sementara saat ini dengan iman kepada Allah [yakni meyakini bahwa Allah ada, tanpa bermula, tiada berakhir ada-Nya, tiada menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya, tanpa tempat, tanpa arah dan maha suci dari segala sifat makhluk; bilaa kayf] dan beriman kepada rasul-Nya dan banyak melakukan amal2 shaleh hingga akhir hayatnya.



📄  Amal shaleh dapat diraih melalui talaqqi; mengaji ilmu agama kepada guru2 yang tsiqah agar iman dan amal kita benar (shah dan diterima)...._

🌹ilmu ahlussunnah kunci masuk surga🌹
علم أهل السنة مفتاح الجنة

Selasa, 03 Oktober 2017

BERTEMAN MENUJU KEBAHAGIAAN

BERTEMAN MENUJU KEBAHAGIAAN

Dari Abu Dzar dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sendiri lebih baik dari pada berteman duduk yang buruk. Teman duduk yang shalih lebih baik dari pada sendiri. Memenuhi kebaikan lebih baik dari pada diam. Diam lebih baik dari pada memenuhi keburukan. (Diriwayatkan oleh al-Hakim dan al-Baihaqi dengan sanad yang shahih)

Merupakan suatu kebahagiaan yang sesungguhnya, jika seseorang mempunyai teman yang dapat mengantarkan kepada ridha Allah.

Di antara hal yang dapat mengantarkan kepada ridha Allah adalah ilmu.

Di antara sekian banyak ilmu yang harus diutamakan adalah ilmu tauhid, ilmu shalat dan ilmu kewajiban anggota tubuh.

Cara mendapatkan ilmu harus dengan belajar kepada ulama' Ahlussunnah Waljamaah. Tidak boleh belajar hanya kepada buku, google dan semacamnya. Tidak boleh belajar kepada orang yang tidak mempunyai ilmu dan orang yang belajar kepada orang yang salah keyakinan. Karena Rasulullah telah menegaskan bahwa ummat Islam terpecah menjadi 73 golongan, ada golongan yang meyakini Allah ada di atas arsy (wahabi), ada golongan yang meyakini ada nabi lagi yang diutus setelah Nabi Muhammad (Ahmadiyah), ada golongan yang meyakini bahwa perbuatan ikhtiyar adalah ciptaan manusia itu sendiri (Mu'tazilah) dan semacamnya. Semua golongan ini, Nabi katakan adalah golongan sesat, dan yang hanya selamat adalah golongan Ahlussunnah Waljamaah. Golongan Ahlussunnah meyakini Allah ada tanpa tempat dan tanpa arah, Ahlussunnah meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus, Ahlussunnah meyakini bahwa perbuatan ikhtiyar adalah ciptaan Allah.

Hal inilah yang patut mendapat perhatian yang serius, yaitu belajar kepada ulama' Ahlussunnah Waljamaah secara talaqqi (face to face).

Melalui tulisan ini semoga kita menjadi teman yang mendapatkan ridha Allah, yaitu saling mengingatkan dan menambah motivasi untuk semangat belajar ilmu agama kepada ulama'.

Semoga Allah meridhai kita semua, aamiin


Senin, 02 Oktober 2017

KABAR GEMBIRA BAGI ORANG YANG BERTAKWA

KABAR GEMBIRA BAGI ORANG YANG BERTAKWA
================
Al-Imam Abu Hanifah menyatakan di dalam (kitabnya) al-Washiyyah: "Melihat Allah Ta'ala bagi penghuni surga adalah benar tanpa kaifiyyah (sifat-sifat makhluk), tanpa penyerupaan dan tanpa arah."
-----------------
Merupakan suatu nikmat yang sangat besar bagi kita yang telah diberi keimanan dengan beragama Islam. Karena tidak semua orang diberi keimanan. Hanya orang yang dicintainyalah yang diberi keimanan. Dengan keimanan ini seseorang akan bahagia dunia akhirat. Dengan keimanan ini seseorang akan masuk surga. Di antara nikmat terbesar yang diperoleh oleh penghuni surga adalah melihat Allah. Melihat Allah tentunya tidak sama dengan melihat makhluk. Allah tidak di dalam surga, Allah tidak di langit, dan Allah tidak di atas arsy. Tetapi manusia-lah yang berada di surga melihat Allah. Allah tidak di surga, Allah ada tanpa tempat.

Al-Imam Abu Hanifah menjelaskan tentang melihat Allah, yaitu:
1) Melihat Allah tanpa kaifiyyah (sifat-sifat makhluk), yaitu melihat Allah tanpa membutuhkan jarak dekat atau jauh, melihat Allah tanpa membutuhkan cahaya, melihat Allah tidak besar & tidak kecil. Melihat Allah tidak diam & tidak bergerak. Karena semua sifat-sifat makhluk adalah ciptaan Allah & Allah tidak disifati dengan sifat-sifat makhluk.
2) Melihat Allah tanpa penyerupaan, yaitu Allah tidak sama dengan manusia (beranggota tubuh, wajah, mata, mulut, tangan, kaki dan semacamnya). Allah tidak sama dengan cahaya. Jadi Allah bukan benda yg bisa dipegang oleh tangan & Allah bukan benda yang tidak bisa dipegang oleh tangan, seperti cahaya. Jadi melihat Allah tidak sama dengan melihat manusia dan tidak sama dengan melihat cahaya.
3) Melihat Allah tanpa arah, yaitu Allah tidak di depan kita, Allah tidak di belakang kita, Allah tidak di atas kita, Allah tidak di bawah kita, Allah tidak di kanan kita, Allah tidak di kiri kita, dan Allah tidak di dalam hati kita. Karena semua arah itu adalah makhluk & Allah tidak disifati dengan sifat-sifat makhluk.

Al-Imam Ahmad ar-Rifai menyatakan:
غاية المعرفة يالله الايقان بوجوده تعالي بلا كيف ولا مكان
"Batas terakhir mengenal Allah adalah meyakini  Allah Ta'ala ada tanpa disifati sifat-sifat makhluk dan (Allah ada) tanpa tempat."

Setelah meyakini bahwa Allah ada tanpa tempat & tanpa arah, tentunya orang yang beriman akan di goda oleh syetan dengan membisikkan di hatinya katanya Allah ada di atas arsy, katanya Allah ada di langit, katanya Allah seperti manusia yg beranggota tubuh yang mempunyai wajah, mata, tangan & kaki. Kata-kata ini mungkin terlintas di hati siapa saja. Maka untuk menghilangkan lintasan ini, yaitu:
1) Ingatlah bahwa kaedah agama menyatakan Allah adalah Tuhan, selain Allah adalah makhluk (diciptakan). Jadi langit, arsy, surga dan lainnya adalah diciptakan & Allah tidak butuh kepada ciptaan-Nya.
2) Ingatlah pernyataan al-Imam Ahmad bin Hanbal & Dzun Nun al-Mishri:
مهما تصورت ببالك فالله بخلاف ذلك
"Apapun yang terlintas di hatimu tentang Allah (menyerupai makhluk), maka Allah berbeda dengan semua itu."

Semoga hidayah, taufiq & inayah Allah senantiasa diberikan kepada kita sehingga keimanan kita semakin kuat & berkualitas serta kita dijadikan termasuk hamba Allah yang masuk surga bersama golongan pertama tanpa hisah & tanpa adzab, aamiin bijaahi habiibikal mursaliin.

Minggu, 01 Oktober 2017

Taqwa

💠 Taqwa ini mudah diucapkan banyak orang, namun berat; tidak mudah dalam praktek kehidupan ini kecuali mereka yang mendapatkan tawfiq; pertolongan Allah untuk merealisasikan hakekat makna taqwa dalam kehidupan ini.

✍🏻 *Semoga Allah memudahkan kita proses menuju taqwa ini melalui belajar (talaqqi) ilmu agama yang wajib (fardhu 'ayn) hukumnya kita mempelajarinya...*


📄 Makna taqwa adalah:

✔ melaksanakan semua amal wajib, seperti shalat lima waktu dengan benar, mengaji pokok2 ilmu agama dan lainnya.

✔ disertai meninggalkan semua perkara haram, seperti zina, makan riba, durhaka kepada orangtua, berkata dusta walaupun bercanda, dan lainnya.