This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 Oktober 2019

Dzikir Berjama’ah

Imam Muslim & at-Turmudzi meriwayatkan
yang maknanya :


Suatu ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar
melihat sekelompok sahabat yang sedang duduk bersama,
lalu Rasulullah bertanya : Apa yang membuat kalian
duduk bersama disini?
mereka menjawab : Kami duduk berdzikir kepada Allah
dan memuji-Nya,
Kemudian Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya
Aku didatangi oleh Jibril dan ia meberitahukan
kepadaku bahwa Allah membanggakan
kalian di kalangan para malaikat”.

(HR. Muslim & at-Tirmidzi)
(lihat an-Nawawi, kitab Riyadl ash-Shalihin, hal. 470-473)


Dzikir Berjama’ah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda
yang maknanya :


“Tidaklah sekolompok orang berkumpul dan
berdzikir menyebut asma Allah kecuali
mereka dikelilingi oleh
para malaikat, diliputi rahmat,
diturunkan kepada
mereka ketenangan dan
Allah sebut mereka dikalangan
para malaikat yang mulia.”

(HR. Muslim)

(Lihat an Nawawi, Kitab Riyadl ash-Shalihin, hal. 470-473)

Kamis, 10 Oktober 2019

Buletin Dakwah Ahlissunnah wa al Jama’ah

TAFSIR RINGKAS                         AL ASMA AL HUSNA

Segala puji bagi Allah Tuhan Pencipta semesta alam, shalawat serta salam kepada penghulu umat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berserta keluarga, sahabat yang shalih.
Ketahuilah bahwasanya Allah  Ta’alaa berfirman:

(( ليس كمثله شيء وهو السميع البصير )) (سورة الشورى: 11)

Maknanya: “Tidak ada satupun yang menyerupai Allah dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S. asy-Syura: 11)
Allah Ta’aalaa juga berfirman:

(( ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها )) (سورة الأعراف: 180)

Maknanya: “Allah memiliki nama-nama yang sempurna maka berdoalah kepada Allah dengannya”. (Q.S. al A’raf: 180)

Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
(( إن لله تعالى تسعة وتسعين اسما مائة إلا واحدا من أحصاها دخل الجنة )) (رواه البخاري ومسلم)

Maknanya: “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, barang siapa yang menghitungnya masuk surga”. (H.R. al Bukhari dan Muslim)
Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud menghitungnya adalah menghafalnya serta mengetahui maknanya.

Oleh karena itu, sebagai pengamalan ayat dan hadits di atas, berikut kami jelaskan secara singkat makna-makna dari al Asma al Husna seraya berharap semoga Allah menjadikan tulisan ini bermanfaat dan memperluas pengetahuan kita dalam mempelajari ilmu ahli sunnah wal jamaah. Aamiin.

Allah (الله)
Dzat yang memiliki al Uluhiyyah; hanyalah Allah yang berhak disembah dalam arti diberikan puncak ketaatan secara totalitas.

Ar-Rahman (الرحمن)
Nama ini termasuk nama khusus bagi Allah. Dan maknanya rahmat Allah yang meliputi mukmin dan kafir di dunia dan bagi mukmin saja di akhirat.

Ar-Rahim (الرحيم)
Maknanya Yang merahmati orang yang beriman saja di akhirat.

Al Malik ( الملك)
Maknanya Allah disifati dengan kesempurnaan kerajaan-Nya. Kerajaan Allah azali (tidak bermula) abadi (tidak berakhir). Adapun kerajaan makhluk-Nya di dunia bermula dan berakhir.

Al Quddus (القدوس)
Maknanya Yang Maha suci dari sekutu, anak, dan sifat-sifat makhluk seperti membutuhkan kepada tempat dan zaman. Allah yang menciptakan tempat, zaman, dan lainnya. Allah Maha suci dari kekurangan dan aib-aib.

As-Salam (السلام)
Maknanya Yang selamat dari segala aib sehingga Allah tidak disifati dengan sifat dzalim, beranak, dan bernikah.

Al Mukmin (المؤمن)
Maknanya Yang menepati janji-Nya kpada Hamba-hamba-Nya.

Al Muhaimin (المهيمن)
Maknanya Yang bersaksi terhadap hamba-Nya dari perkataan, perbuatan, dan keyakinan.

Al ‘Aziz (العزيز)
Maknanya Maha kuat, Yang tidak terkalahkan.

Al Jabbar (الجبار)
Maknanya Yang menjadikan hamba-Nya atas apa yang ikehendaki-Nya.
 Al Mutakabbir (المتكبر)
Maknanya Yang Maha Agung Maha Suci dari sifat makhluk.

Al Khaliq (الخالق)
Maknanya Yang Menjadikan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Tidak ada pencipta dalam makna ini kecuali Allah.

Al Bari (البارئ)
Maknanya Yang menciptakan sesuatu tanpa ada yang semisal sebelumnya.

 Al Mushawwir (المصور)
Maknanya Yang menciptakan makhluk-Nya dalam bentuk yang berbeda-beda.

Al Ghaffar (الغفار)
Maknanya Yang mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

Al Qahhar (القهار)
Maknanya Yang menundukkan makhluk-Nya dengan kematian.

 Al Wahhab (الوهاب)
Maknanya Yang baik dengan memberikan tanpa imbalan, memberikan pahala kpd orang yang ta’at kemurahan dari-Nya.

Ar-Razzaq (الرزاق)
Maknanya Yang bertanggung jawab atas rezki. Rezki Allah meliputi semua makhluk.
 Al Fattah (الفتاح)
Maknanya Yang membuka bagi hamba-Nya sesuatu yang tertutup dari urusan mereka sehingga Ia mudahkan bagi mereka sebagai kemurahan dari-Nya.

 Al ‘Alim (العليم)
Maknanya Yang Maha mengetahui rahasia-rahasia yang tersembunyi yang tidak dicapai oleh pengetahuan makhluk-Nya. Dan Allah tidak dinamakan dengan ‘Arif.

 Al Qabid (القابض)
Maknanya Yang Maha menyempitkan rezki dngan hikmah-Nya.

Al Basith (الباسط)
Maknanya Yang Maha meluaskan rezki dengan kemurahan dan kemulian-Nya.

Al Khafidh (الخافض)
Maknanya Yang Maha menundukkan orang yang kejam dan menghinakan yang sombong.

Ar-Rafi’ (الرافع)
Maknanya Yang Maha mengangkat derajat para wali-Nya dengan keta’atan.

Al Mu’iz (المعز)
Maknanya Yang Maha memuliakan para wali-Nya dengan kenikmatan yang kekal yang ada di surga.
Al Mudzill (المذل)
Maknanya Yang Maha menghinakan orang-orang kafir dengan memasukkan mereka ke dalam neraka selama-lamanya.

As-Sami’ (السامع)
Maknanya Yang Maha mendengar segala sesuatu termasuk yang dirahasiakan dan dibisikkan tanpa menggunakan alat, anggota tubuh, dan sifat makhluk. Dan Dia yang mendengar doa dalam makna yang mengabulkannya.

Al Bashir (البصير)
Maknanya Yang Maha melihat segala sesuatu tanpa alat, anggota tubuh, dan sifat makhluk.

Al Hakam (الحكم)
Maknanya Yang Maha menghakimi semua makhluk di akhirat. Tak ada selain Allah yang menghakimi di akhirat. Allah Hakim yang Adil.

Al ‘Adl (العدل)
Maknanya Yang Maha suci dari kezaliman. Karena kezaliman adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dan hal tersebut mustahil bagi Allah.

 Al-Lathif (اللطيف)
Maknanya Yang Maha memberikan kebaikan kepada hamba-Nya dalam keadaan tidak diketahui oleh hamba-Nya.

Al Khabir (الخبير)
Maknanya Yang Maha mengetahui hakikat segala sesuatu maka tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak diketahui oleh Allah. Dan Allah mengetahui secara umum dan terperinci atas segala sesuatu.

Al Halim (الحليم)
Maknanya Yang tidak akan rugi dengan dosanya orang yang bermaksiat.

Al ‘Adzhim (العظيم)
Maknanya Yang Maha perkasa. Maha suci dari bentuk.

Al Ghafur (الغفور)
Maknanya Yang banyak dari-Nya ampunan.

Asy-Syakur (الشكور)
Maknanya Yang memberi balasan yang banyak dari pahala atas kebaikan yang sedikit.

Al ‘Aliy (العلي)
Maknanya Yang Tinggi derajat-Nya bukan dari segi tempat.

Al Kabir (الكبير)
Maknanya Yang Maha besar kekuasaan-Nya. Allah yang paling berkusa dan paling mengetahui.

Al Hafizh (الحفيظ)
Maknanya Yang melindungi yang Ia kehendaki dari bahaya, kejahatan, dan kebinasaan.

Al Muqhith (المقيط)
Maknanya Yang memberi rezki makanan.

Al Hasib (الحسيب)
Maknanya Yang menghisab hamba-Nya terhadap apa yang dilakukannya.

Al Jalil (الجليل)
Maknanya Yang disifati dengan ketinggian derajat.

Al Karim (الكريم)
Maknanya Yang banyak memberikan kebaikan. Allah memberikan kebaikan kepada seseorang sebelum ia berhak mendapatkannya dan memberikan kemurahan-Nya tanpa harus ada pahala yang dilakukan.

Ar-Raqhib (الرقيب)
Maknanya Yang memelihara. Yang mengetahui segala sesuatu.

Al Mujib (المجيب)
Maknanya Yang menjawab doa orang yang meminta dan menolong orang yang meminta pertolongan dengan-Nya.

Al Wasi’ (الواسع)
Maknanya Yang luas rezki-Nya kepada semua makhluk.

Al Hakim (الحكيم)
Maknanya Yang menentukan untuk menciptakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya.

Al Wadud (الودود)
Maknanya Yang mencintai orang-orang shalih sehingga meridhai mereka dan menerima amalannya.

Al Majid (المجيد)
Maknanya Yang luas kebaikan-Nya dan tinggi derajat-Nya.

Al Ba’its (الباعث)
Maknanya Yang membangkitkan makhluk-Nya setelah mati dan mengumpulkannya pada hari yang tidak ada keraguan akan terjadinya (hari kiamat).

Asy-Syahid (الشهيد)
Maknanya Yang tidak ada sesuatu yg tersembunyi dri ilmu-Nya.

Al Haqq (الحق)
Maknanya Yang pasti ada dan tidak ada keraguan atas ada-Nya.

Al Wakil (الوكيل)
Maknanya Yang menanggung rezki semua makhluk-Nya dan mengetahui keadaan mereka.
Al Qawiy (القوي)
Maknanya Yang kekuasaan-Nya sempurna. Tidak lemah terhadap sesuatu. Dan tidak dikatakan Allah adalah kekuatan. Akan tetapi dikatakan Allah berkuasa.

Al Matin (المتين)
Maknanya Yang tidak pernah lelah dan letih.

Al Waliy (الولي)
Maknanya Yang menolong hamba-Nya yang beriman.

Al Hamid (الحميد)
Maknanya Yang berhak untuk dipuji.

Al Muhshi (المحصي)
Maknanya Yang mengetahui segala sesuatu dan jumlahnya.

Al Mubdi (المبدئ)
Maknanya Yang mengadakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada.

Al Mu’id (المعيد)
Maknanya Yang mengembalikan makhluk-Nya dari kehidupan ke kematian kemudan mengembalikannya lagi dari kematian ke kehidupan.
Al Muhyi (المحيي)
Maknanya Yang menghidupkan jasad-jasad yang telah hancur dengan mengembalikan ruhnya ketika dibangkitkan.
Al Mumit (المميت)
Maknanya Yang mematikan yang hidup dan menghinakan orang yang kuat dan sehat dengan kematian.

Al Hayy (الحي)
Maknanya Yang Maha hidup.

Al Qayyum (القيوم)
Maknanya Yang tidak berubah.

Al Wajid (الواجد)
Maknanya Yang Maha kaya tidak membutuhkan kepada sesuatu.

Al Majid (الماجد)
Maknanya Yang besar kekuasaan-Nya.

Al Wahid (الواحد)
Maknanya Yang tidak ada sekutu dalam ketuhanan.

Ash-Shamad (الصمد)
Maknanya Yang diminta untuk kebutuhan makhluk-Nya.

Al Qadir (القادر)
Maknanya Yang berkuasa atas segala sesuatu.

Al Muqtadir (المقتدر)
Maknanya Yang tidak ada satupun yang menghalangi-Nya.

Al Muqaddim (المقدم)
Maknanya Yang memajukan segala sesuatu yang Ia kehendaki dengan hikmah-Nya.

Al Muakhkhir (المؤخر)
Maknanya Yang mengakhirkan segala sesuatu yang Ia kehendaki dengan hikmah-Nya.

Al Awwal (الأول)
Maknanya Yang tidak bermula.

Al Akhir (الآخر)
Maknanya Yang tidak berakhir.

Adzh-Dzhahir (الظاهر)
Maknanya Yang segala sesuatu menunjukkan kekuasaan-Nya.

Al Bathin (الباطن)
Maknanya Yang tidak dijangkau oleh khayalan makhluk-Nya.

Al Waliy (الوالي)
Maknanya Yang memiliki segala sesuatu.

Al Muta’al (المتعال)
Maknanya Yang Maha suci dari sifat makhluk.

Al Barr (البر)
Maknanya Yang memberikan kebaikan kepada seluruh makhluk-Nya.

At-Tawwab (التواب)
Maknanya Yang menerima taubat seseorang walaupun berkali-kali terjadi.

Al Muntaqim (المنتقم)
Maknanya Yang melebihkan siksaan kepada orang zhalim yang Ia kehendaki.

Al ‘Afuw (العفو)
Maknanya Yang memaafkan hamba-Nya yang berdosa dengan memberikan kebaikan.

Ar-Ra’uf (الرؤوف)
Maknanya Yang rahmat-Nya sangat banyak.

Malik al Mulk (مالك الملك)
Maknanya Yang mana semua kerajaan di dunia kembali kepada-Nya.

Dzul al Jalal wa al Ikram (ذو الجلال والإكرام)
Maknanya Yang berhak untuk disembah dan tidak dikafiri dan Yang memuliakan para wali-Nya dengan cahaya sempurna di hari kiamat.

Al Muqsith (المقسط)
Maknanya Yang Maha adil dalam hukum-Nya, Suci dari kezaliman.

Al Jami’ (الجامع)
Maknanya Yang mengumpulkan makhluk-Nya pada hari kiamat.

Al Ghaniy (الغني)
Maknanya Yang Maha kaya dari makhluk-Nya.

Al Mughniy (المغني)
Maknanya Yang menghilangkan kefakiran hamba-Nya dan memberikannya rezki.

Al Mani’ (المانع)
Maknanya Yang menghalangi sesuatu yang Ia kehendaki.

Adh-Dharr (الضار)
Maknanya Yang berkuasa untuk membahayakan seseorang yang Ia kehendaki.

An-Nafi’ (النافع)
Maknanya Yang berkuasa memberikan manfaat kepada seseorang yang Ia kehendaki.

An-Nur (النور)
Maknanya Yang memberikan cahaya/hidayah.
 Al Hadi (الهادي)
Maknanya Yang memberikan hidayah kepada yang Ia kehendaki.

Al Badi’ (البديع)
Maknanya Yang menciptakan makhluk-Nya.

Al Baqi (الباقي)
Maknanya Yang kekal.

Al Warits (الوارث)
Maknanya Yang kekal sesudah musnah makhluk-Nya.

Ar-Rasyid (الرشيد)
Maknanya Yang memberikan petunjuk kepada hamba-Nya untuk kebaikan mereka.

Ash-Shabur (الصبور)
Maknanya Yang menunda siksaan orang yang berdosa sampai waktu tertentu.

100.Al Kafi (الكافي)
Maknanya Yang cukup untuk dijadikan penolong selain-Nya.

Semoga bermanfaat dan wallahu a’lam wa ahkam.

Senin, 07 Oktober 2019

Qunut Subuh

Al Imam an-Nawawi mengatakan dalam Minhaj ath-Thalibin
yang maknanya :

“Disunnahkan membaca doa Qunut pada I ’tidal raka’at kedua shalat Subuh, yaitu membaca (اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْت إِلَى ءَاخِرِهِ) dan imam disunnahkan membaca qunut dengan lafazh jama’. Menurut pendapat yang shahih disunnahkan membaca shalawat atas Nabi di akhir qunut. Juga disunnahkan mengangkat kedua tangannya dan tidak perlu mengusap Mukanya”

Pendapat ini seperti dinyatakan oleh imam
an-Nawawi dalam Syarh al Muhadzdzab juga
pendapat kebanyakan ulama salaf dan para
ulama sesudah mereka, atau banyak ulama dari
kalangan mereka seperti Abu Bakr ash-shiddiq,
Umar, Utsman, Ali, Ibn ‘Abbas, al Bara’ ibn ‘Azib
dan lain-lain

Sabtu, 04 November 2017

AYAT-AYAT AL-QUR'AN SECARA GLOBAL DIBAGI 2 MACAM

📃 Ayat al-Qur'an secara global dibagi 2 macam:

Pertama: ayat muhkamat, yaitu ayat sudah jelas maknanya.

Contoh ayat muhkamat diantaranya adalah:

Ayat 11 surah asy-Syura [42]:

ليس كمثله شىء
Ayat ini sangat jelas dan terang maknanya bahwa Allah tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya baik dari satu segi maupun semua segi.


Kedua: Mutasyabihat, yaitu ayat2 yang terdapat di dalamnya kata yg memiliki  beberapa makna. 

Secara zhahir, maknanya mustahil bagi Allah. Maka, ayat tersebut dikembalikan penafsirannya ke ayat muhkamat tersebut dan  mesti diambil makna lain yang benar sesuai dengan aqidah dan ajaran Ahlussunnah...



Contoh ayat mutasyabihat:

Ayat 5 surah Thaha:
الرحمن على العرش استوى

Dalam bahasa arab, istawaa ini punya banyak makna, sekitar ada 15 makna.

Tidak boleh diambil mkna yg berlawanan dengan tawhid dan aqidah tanzih, seperti arti duduk, bertempat, bersemayam; berada di atas sesuatu dan semacamnya.

Makna istawaa pd ayat tsb dikembalikan ke ayat muhkamat.
Maknanya adalah Allah menguasai Arsy

📄 Contoh lainnya ayat mutasyabihat:
Ayat 35 surah an-Nur

الله نور السموات والأرض....
Makna ayat tersebut *bukannya Allah cahaya...*
Tapi Allah adalah pemberi cahaya (petunjuk) keimanan bg penduduk langit (malaikat) dan penduduk bumi (manusia dan jin)...

Ini tafsir yg haqq dr ulama' salaf: shahabat nabi, Ibnu Abbas.

Kamis, 02 November 2017

NASEHAT SYEIKH ABDULLAH AL-HARARI

NASEHAT SYEIKH ABDULLAH AL-HARARI
SEMOGA KEBAHAGIAAN MENGHAMPIRI

Syeikh Abdullah al-Harari menyatakan: "Di antara yang paling cepat menuju jalan kewalian (menjadi kekasih Allah) setelah mengerjakan kewajiban adalah mengajarkan ilmu agama kepada orang lain."

Ketahuilah bahwa untuk mengetahui kewajiban adalah dengan cara belajar ilmu agama yang dharuri.

Ilmu agama yang dharuri adalah ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap orang mukallaf.

Mukallaf adalah orang yang telah baligh, berakal dan telah sampai kepadanya pokok dakwah Islam, yaitu kalimat Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Ilmu dharuri mencakup ilmu mengenal Allah, mengenal Nabi Muhammad, mengenal keimanan yang lainnya, mengenal bab thaharah, bab shalat, puasa, zakat, haji dan mengenal kewajiban hati dan anggota-anggota tubuh.

Orang yang telah mempelajari ilmu dharuri dan mempraktekkan dalam kehidupannya, maka dia tergolong orang yang bertakwa.

Ingatlah bahwa mempelajari ilmu dharuri ini tidak boleh belajar sendiri (otodidak), tidak boleh belajar ke google, youtube, dan kawan2nya, serta tidak boleh belajar kepada orang yang mempunyai keyakinan salah atau belajar kepada orang bodoh yang dijadikan guru. Ilmu harus dipelajari kepada ulama' tsiqat (kredibel) yang ilmunya diperoleh kepada ulama' sebelumnya (sanad keilmuannya bersambung kepada Rasulullah).

Setelah belajar dan mengamalkan ilmu dharuri ini, hendaknya seseorang harus menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Dengan sebab menyampaikan ilmu dharuri ini, seseorang akan mencapai derajat kewalian (Allah akan mencintainya).

Tentunya menyampaikan ilmu dharuri ini harus dengan ikhlas, yaitu mengharap keridhaan Allah, sebagaimana ikhlasnya dia belajar ilmu agama dan ikhlasnya dia beribadah (mengamalkan ilmu).

Semoga Allah memudahkan kita untuk belajar ilmu agama yang dharuri, mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain secara ikhlas, aamiin.

Rabu, 01 November 2017

MENJAGA LIDAH

MENJAGA LIDAH
AGAR TERHINDAR DARI BENCANA DAN FITNAH

Di antara pernyataan al-Imam ar-Rifa'i -radhiyallahu 'anhu-: "Orang yang arif (seorang yang telah mengenal Allah dengan pengenalan yang benar) gembiranya sedikit dan menangisnya (sedihnya) lama.
Orang yang arif jika ingin mengucapkan dengan suatu perkataan, maka dia akan berfikir tentang yang akan dia ucapkan sebelum dia mengucapkannya dari mulutnya, jika dia melihat di dalam perkataan tersebut ada kebaikan, maka dia akan mengucapkannya dan jika tidak demikian, maka dia akan menahan mulutnya atas perkataan tersebut."

Inilah di antara sifat-sifat orang yang arif (yaitu orang yang telah mengenal Allah dengan pengenalan yang benar) yaitu:

1) Gembiranya sedikit dan sedihnya lama.
Orang yang arif merasa takut (khawatir) apakah ibadah yang dilakukannya diterima oleh Allah ??? Apakah ibadahnya sudah dikerjakan sesuai dengan perintah Allah ??? Apakah ibadah yang dilakukannya sudah benar-benar ikhlas karena mengharap ridha Allah ??? Apakah dia akan dimudahkan untuk mengerjakan ibadah sampai ajal menjemput ??? والله أعلم ; hanya Allah yang mengetahui akhir kehidupan seseorang, apakah akan mati husnul khatimah atau su-ul khatimah....!!!!
Oleh karena itu, orang yang arif akan senantiasa sedih di hati, sehingga dia akan rajin ibadah dan dia mengharap kepada Allah agar dijauhkan dari su-ul khatimah.

2) Berpikir sebelum berkata dan bertindak.
Orang yang arif akan berpikir seribu kali sebelum berkata dan sebelum bertindak, apakah perkataan dan tindakannya mengandung kebaikan ???

Ketahuilah bahwa dengan sebab satu perkataan atau satu tindakan dapat menyebabkan keimanan seseorang batal, yaitu seseorang menjadi murtad; keluar dari agama Islam. Contohnya:

a) di dalam film / sinetron di televisi ada seseorang yang memerankan sebagai orang yang mengalami musibah, kemudian dalam cerita itu, dia mengucapkan kata "Allah tidak adil atas musibah ini, kenapa saya diberikan ujian seberat ini" ???, maka adegan ini menyebabkan dia telah keluar dari agama Islam, karena dia mensifati Allah dengan tidak adil dan dia memprotes kehendak Allah. Meskipun adegan ini hanya pura2, senda gurau dan semacamnya. Keadaan ini tidak menjadi udzur, keadaan tidak paham agama tidak menjadi udzur. Hukum tetap berlaku. 

b) di dalam film / sinetron ada seseorang yang memerankan sebagai musuh Islam, sebagai syetan, sebagai penjahat, dan semacamnya, lalu adegan itu dia mencaci, menghina dan melecehkan sesuatu yang di agungkan dalam Islam. Maka perbuatan ini menyebabkan dia telah keluar dari agama Islam (murtad). Begitu juga seperti orang yang memerankan sebagai Abu Jahal, Abu Lahab dengan mengatakan atau melakukan perbuatan yang melecehkan Allah, Nabi Muhammad, agama Islam, dan semacamnya, maka dapat menyebakan keluar dari agama Islam. 

Hal inilah yang patut menjadi perhatian kita, yaitu kita harus berhati-hati ketika berbicara dan bertindak.

Semoga Allah senantiasa menjaga keimanan dan keislaman kita hingga ajal menjemput, aamiin.