قال رسول الله ﷺ :
من أفتى بغير علم لعنته ملائكة السماء والأرض
Rasulullaah ﷺ bersabda, maknanya: _"Barangsiapa yang berfatwa tanpa ilmu, niscaya ia dilaknat oleh para malaikat yang di langit dan di bumi"_.
Lalu bagaimana seseorang bisa dikatakan berilmu menurut para ulama' ?
Tentu saja dengan belajar kepada guru; ahli ilmu wa al-ma'rifat yang tsiqah; terpercaya dengan menghadiri majlis 'ilmu yang benar.
Al-Hafizh al-Baghdadi berkata :
"لا يؤخذ العلم إلا من أفواه العلماء"
Maknanya: _"Ilmu itu diambil dari mulutnya para ulama' (yakni talaqqi; belajar di hadapannya)"._
Jadi... ilmu agama yang agung & mulia ini diperoleh dengan cara talaqqi kepada guru terpercaya lagi amanah [tsiqah] yang benar aqidah & ajarannya dan ilmu agama ini bukan diperoleh dengan cara membaca sendiri [otodidak] lalu difahami sendiri...
Tidak sedikit orang yang GAGAL PAHAM, TERSESAT & CELAKA dalam urusan agamanya disebabkan cara yang salah dalam mengambil ilmu agama [yakni berpaling dari talaqqi kepada ulama' tsiqaat].
```
Tanpa mereka pahami sanad ilmu agama. Semua kitab kuning yang tercetak mereka baca.
Ada sebagian kitab yang dicetak ternyata didalamnya ADA DASS; SISIPAN PALSU yang bukan dari pengarang, seperti kitab al-Ibanah karangan Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari, kitab al-Ghun-yah karangan Syekh Abdul Qadir al-Jilani, sebagian kitab2 karangan Syekh Abdul Wahhab asy-Sya'rani dan lainnya.
Tanpa bisa tamyiz; tanpa bisa membedakan mana yang haqq dan mana yang bathil masalah2 dalam kandungan isi kitab tersebut...!!!```
اللهم لا تجعل مصيبتنا في ديننا
Talaqqi adalah metode yang diajarkan oleh Rasulullaah ﷺ.
Bukankah Rasulullah saja makhluk yang paling 'alim dan paling mulia berguru (talaqqi) kepada malaikat Jibril?
Lalu bagaimana dengan kita sebagai ummatnya?
Tentu sangat dianjurkan untuk mengikuti Rasulullah.








0 komentar:
Posting Komentar